mahmudm07's blog

Just another weblog

Mau Tau Tentang Gizi?

Mau tau tentang Kanker Payudara dan dietnya???

Payudara adalah kelenjar mamaria. Di bawah pengaruh hormone yang sesuai, payudara mampu mengeluarkan susu setelah kelahiran bayi. Payudara terletak di bagian anterior atas dada dan terdiri atas 15 sampai 30 lobus jaringan kelenjar. Setiap lobus mengalirkan isinya ke duktus laktiferus (susu) yang bermuara di ujung puting. Sebelum pubertas, payudara anak perempuan berukuran kecil dan belum berkembang. Puting susu terletak rata di atas dada. Bersamaan dengan awitan pubertas, dan di bawah pengaruh estrogen, ukuran, jumlah lemak, dan struktur duktus payudara membesar. Selama kehamilan, di bawah pengaruh hormon-hormon kehamilan, sistem duktus terus berkembang dan sel-sel kelenjar mampu membuat susu.

Payudara merupakan karakteristik seks sekunder wanita dan terkait di bawah kontrol hormon estrogen dan dalam derajat yang rendah progesterone. Karakteristik seks sekunder tersebut meliputi:

  1. Payudara menjadi penuh
  2. Pola distribusi rambut pubis khas wanita. Pertumbuhan rambut pubis dan aksila pada wanita tidak bergantung pada estrogen, tetapi terjadi karena pelepasan androgen kelenjar adrenal
  3. Pertumbuhan tulang dan penutupan lempeng epifisis.

Kanker payudara adalah kanker yang relatif sering dijumpai pada wanita di Amerika Serikat, dan merupakan penyebab kematian utama pada wanita berusia antara 45 dan 64 tahun. Kanker payudara mungkin ditemukan sewaktu in situ (masih lokal), atau ditemukan sebagai neoplasma maligna (telah menyebar). Kanker payudara hampir selalu merupakan adekarsinoma dan biasanya timbul di duktus.

Risiko seorang wanita di Amerika Serikat mengidap kanker payudara pada suatu saat selama hidupnya adalah sekitar satu per delapan. Insidens kanker payudara meningkat seiring dengan usia dan dipengaruhi oleh faktor genetik, hormon dan lingkungan. Pria dapat terjangkit kanker payudara walaupun kejadian tersebut rendah.

Faktor Risiko pada Kanker Payudara

Faktor risiko kuat pada kanker payudara adalah riwayat penyakit ini pada satu orang atau lebih keluarga dekat (saudara perempuan atau ibu). Beberapa studi genetika telah berhasil mengidentifikasi gen-gen utama, diantaranya BRCA1 ditemukan pada kromosom 17 dan BRCA2 pada kromosom 13, yang berperan pada kanker payudara familial. BRCA1 dan BRCA2 yang berperan penting dalam perbaikan DNA dan bekerja sebagai penekan tumor. Wanita yang mewarisi sebuah gen untuk kanker payudara biasanya mendapat penyakit tersebut pada usia yang lebih dini daripada wanita yang keluarganya tidak memiliki irwayat penyakit tersebut. Gen-gen untuk kanker payudara dapat dibawa dan diwariskan oleh kedua orang tua, tampaknya diwariskan dengan cara dominan-otosom. Wanita yang mewariskan BRCA1 yang rusak mempunyai resiko seumur hidup sebesar 56% sampai 85% mengidap kanker ovarium, wanita yang mewarisi gen BRCA2 yang rusak mempunyai risiko yang sama mengidap kanker payudara. Namun, hanya 10% dari semua wanita yang mengidap kanker payudara mempunyai satu faktor resiko penyakit akibat genetika. Untuk sebagian besar wanita, mutasi gen-gen kanker ini atau kanker umum lainnya, termasuk mutasi mye atau gen-gen p35, didapat pada saat lahir.

Pajanan estrogen seumur hidup berkaitan dengan pembentukan kanker payudara. Wanita yang mengalami menarke dini dan menopause lanjut memiliki resiko yang lebih besar. Usia menarke dan menopause dipengaruhi oleh faktor genetik. Tidak atau terlambat memiliki anak juga meningkatkan resiko kanker payudara, demikian juga terapi sulih estrogen bagi sebagian wanita. Penyakit fibrikostik payudara yang ditandai oleh hiperflasia epitel juga meningkatkan resiko. Diet tinggi lemak dan pada beberapa studi tetapi tidak semua, konsumsi alkohol juga dikaitkan dengan kanker payudara. Terapi penggantian hormone (HRT) pada wanita pascamenopause tampak meningkatkan resiko kanker payudara. Proteksi terhadap kanker payudara dapat diusahakan dengan diet kaya buah-buahan dan sayuran, olahraga teratur, dan kontrol berat badan.

Gambaran Klinis

  • Benjolan atau massa yang tidak nyeri di payudara. Sebagian kanker timbul di kuadran atas payudara (50%) atau di bagian tengah (20%). Benjolan biasanya terfiksasi (tidak dapat digerak-gerakkan) dengan batas ireguler. Benjolan bersifat unilateral dan biasanya tidak memperlihatkan variasi ukuran dengan daur haid.
  • Retraksi putting, pengeluaran rabas dari putting atau kerutan pada jaringan payudara mungkin mengisyaratkan adanya tumor penyebab kanker payudara.
  • Pembesaran kelenjar getah bening, baik di ketiak atau di kalvikula, dapat mengisyaratkan metastasis.

Perangkat Diagnostik

  • Pemeriksaan payudara sendiri (sadari) secara teratur (setiap bulan) penting untuk deteksi dini tumor.
  • Mamografi, pemeriksaan sinar-X payudara, adalah pemeriksaan penapisan yang penting untuk mengidentifikasi kanker sebelum benjolan pada payudara dapat diraba. Peningkatan pemakaian mamografi berperan pada penurunan angka kematian akibat kanker payudara sebagai hasil dari deteksi dini. Mamografi tahunan atau dua tahunan dianjurkan bagi semua wanita yang lebih muda yang keluarganya mempunyai riwayat mengidap penyakit tersebut atau faktor risiko lain.
  • Biopsi benjolan yang dicurigai akan memastikan diagnosis. Penentuan ukuran tumor, karakteristik tumor, dan pemeriksaan kelenjar getah bening di sekitarnya memungkinkan penentuan stadium dan klasifikasi histologist tumor. Penentuan stadium dibagi menjadi I sampai IV dan penting menentukan terapi dan prognosis.
  • Pengukuran reseptor estrogen di sel-sel tumor mengindikasikan kepekaan tumor terhadap estrogen. Kadar reseptor estrogen yang tinggi mengisyaratkan bahwa tumor mungkin berespons baik terhadap terapi hormone yang berupa penghambatan kemampuan estrogen bekerja di tumor tersebut.

Komplikasi

Dapat terjadi metastasis luas. Tempat metastasis antara lain adalah otak, paru, tulang, hati, dan ovarium. Angka bertahan hidup bergantung pada stadium: stadium I (tumor <2cm, tanpa metastasis) 80%; stadium II (tumor 2-5 cm, metastasis ke kelenjar getah bening ketiak) 65%; stadium III (tumor>5 cm, metastasis ke kelenjar getah bening ketiak dan menyebar ke kulit atau dinding dada) 40%; stadium IV (metastasis luar) 10%.

Penalatalaksanaan

  • Pembedahan, termasukmastektomia atau lumpektomi (pengangkatan tumor plus sejumlah kecil jaringan di sekitarnya) dengan diseksi nodus sentinel (drainase primer), adalah langkah pertama yang dilakukan pada sebagian besar wanita. Jika biopsi nodus sentinel positif, maka nodus lainnya perlu diangkat dan diperiksa. Terkenanya kelenjar getah bening menunjukkan metastasis tumor dan membutuhkan intervensi pascabedah yang lebih agresif.
  • Memakai radiasi atau kemoterapi selain pembedahan memperbaiki angka bertahan hidup mengurangi kemungkinan kekambuhan. Terapi ini berdasarkan ada atau tidaknya metastasis.
  • Antiestrogen atau estrogen yang dirancang khusus untuk mengganggu pertumbuhan jaringan payudara telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mengobati tumor payudara yang positif terhadap resistor estrogen. Obat-obat yang sama ini, termasuk tamoksifen, kini digunakan untuk mengobati tumor payudara yang tampaknya tidak spesifik peka terhadap estrogen. Obat-obat ini, sering disebut perancang estrogen atau modulator reseptor estrogen yang selektif, memperbaiki angka bertahan hidup dan mengurangi kemungkinan kekambuhan.
  • Obat-obat yang secara spesifik mengganggu kemampuan tumor untuk bertumbuh tersedia untuk mengobati kanker payudara. Misalnya, beberapa tumor mengeluarkan suatu reseptor permukaan secara berlebihan, disebut reseptor HER2, yang mengikat faktor pertumbuhan epidermis dalam darah diketahui merangsang pertumbuhan sel kanker. Obat trastuzumab (Herceptin) dirancang untuk mengikat dan menghambat reseptor HER2, sehingga memperlambat atau menghentikan pertumbuhan tumor yang mengeluarkan resptor ini.

Jenis Diet

Penyakit kanker merupakan penyakit keganasan yang timbul ketika sel tubuh yang normal mengadakan mutasi menjadi sel kanker yang  kemudian tumbuh cepat dan tidak mepedulikan lagi tugasnya sebagai sel normal. Ada banyak teori tentang terjadinya penyakit ini. Salah satu teorinya adalah teori radikal bebas, karena oksidasi sel yang berlebihan sebagai akibat dari polusi (asap rokok, gas buangan pabrik/kendaraan) atau penggunaan zat kimia (misalnya, bahan aditif pangan) dapat menyebabkan mutasi kendati dalam tubuh juga terdapat enzim-enzim pencegah superoksidasi seperti peroksidase serta katalase. Makanan/diet yang baik akan memberikan vitamin-mineral antioksidan seperti beta-karoten, vitamin E,C serta selenium.

Beberapa tipe kanker diperkiranakn dapat dicegah oleh unsure-unsur tertentu dalam makanan  nabati. Sebagai contoh, soluble dietary fiber yang menurut hasil penelitian Burkitt bisa mencegah kanker usus besar karena dapat mengikat baik bahan karsinogenik dari makanan, misalnya nitrosamine yang terbentuk ketika kita membakar atau menggoreng daging yang diawetkan dengan sodium nitrit (ham,sosis), maupun asam empedu (bile acid) yang berlebihan. Contoh lain, fitoestrogen dalam kedelai yang dikatakan bisa mencegah jenis kanker tertentu pada wanita yang menopause.

Prinsip Diet

Dalam pencegahan penyakit kanker, beberapa aspek gizi/diet perlu diperhatikan seperti:

  • Pembatasan konsumsi daging merah hingga <3 kali/minggu. Sebagai gantinya, kita dapat mengonsumsi daging daging putih seperti ikan, ayam kampung atau daging sapi yang kurus (daging di bagian tungkai).
  • Penggunaan cara memasak yang tidak memakai banyak minyak/lemak, seperti merebus, menanak, menumis dan memepes (memanggang dengan daun pisang)
  • Peningkatan konsumsi sayuran dan buah hingga 5 kali/hari. Makan sayuran yang kalorinya rendah tetapi banyak mengandung serat seperti lalapan ketimun, tomat, kecambah, dan kubis sangat dianjurkan. Sayuran yang mengandung antioksidan alami (seperti wortel yang mengandung beta-karoten serta brokoli yang mengandung sulforafan) dapat dikonsumsi lebih sering dan kalau perlu dibuat jus (misalnya, minuman sari wortel) atau dibuat masakan seperti capcai.
  • Peningkatan asupan serat pangan hingga 25-35 gm/hari. Makanan yang banyak mengandung sereal utuh (jagung, havermout, kacang hijau) dan roti bekatul sangat membantu kita mencapai jumlah asupan serat tersebut. Demikian pula, beberapa jenis makanan/minuman, seperti agar-agar, kolang-kaling, cincau, selasih dan rumput laut dapat menambahkan asupan serat.
  • Label makanan kemasan perlu diperhatikan untuk memperkirakan kandungan lemaknya.
  • Penggunaan jenis-jenis makanan.minuman, seperti bawang putih, bawang merah, the hijau, susu kedelai, beras-kencur, kunir asem dll. Dapat dilakukan untuk mendapatkan kandungan bahan fitokimia yang berkhasiat.

Preskripsi diet

  • Makan 5-6 kali per hari dengan porsi kecil
  • Untuk merangsang selera makan yang menurun penderita kanker, coba minum sari buah yang menyegarkan seperti sari jeruk atau jambu sebelum makan. Penyajian makanan/minuman yang menarik dapat menggugah selera makan.
  • Makan bersama keluarga dan teman. Perhatikan suasana lingkungan yang bisa mempengaruhi selera makan.
  • Untuk mengurangi rasa mual, coba makanan yang kering seperti roti bakar tanpa mentega.
  • Makanan dingin dapat mengurangi aroma yang menurunkan selera makan.
  • Jangan minum banyak cairan dalam waktu 1 jam sesudah makan.
  • Minum suplemen padat kalori.
  • Minum sedikit-sedikit tetapi sering.
  • Minum suplemen multivitamin/mineral untuk memenuhi 100% AKG setiap hari.
  • Penderita kanker payudara dianjurkan mengonsumsi diet tinggi-protein rendah-lemak jenuh selama menjalani terapi.
  • Lakukan olahraga sebelum makan untuk mempertahankan selera makan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Corwin J E. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Hartono A. 2006. Terapi Gizi dan Rumah Sakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.